Jawa Tengah Siap Wujudkan Swasembada Pangan 2026

Jateng siap swasembada pangan pada 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Jateng siap swasembada pangan pada 2026 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Tahun 2025 menjadi catatan penting bagi Jawa Tengah. Provinsi ini berhasil memenuhi target nasional produksi pangan, sekaligus meneguhkan posisinya sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan Indonesia.

Data Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah mencatat produksi padi mencapai lebih dari 11,3 juta ton gabah kering panen.

Angka itu setara dengan 9,3 juta ton gabah kering giling, menempatkan Jawa Tengah di jajaran tiga besar kontributor beras nasional.

Tak hanya padi, produksi jagung mencapai 3,8 juta ton, sementara kedelai 17 ribu ton, menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan yang strategis.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan capaian ini bukan sekadar angka.

“Kontribusi Jawa Tengah terhadap kebutuhan beras nasional mencapai 17,5 persen. Ini menjadi pijakan penting untuk mewujudkan swasembada pangan di 2026,” ujarnya, Rabu 31 Desember 2025.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penguatan, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian hingga perlindungan lahan hijau agar tidak beralih fungsi.

“Sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian harus kita jaga. Revitalisasi dan perlindungan lahan hijau sudah saya koordinasikan dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

Dari sisi ketersediaan, Bulog Jawa Tengah–DIY memastikan stok beras aman hingga pertengahan 2026.

“Stok mencapai 339 ribu ton, cukup hingga Juni. Harga juga relatif stabil,” kata Pimpinan Wilayah Bulog, Sri Muniati. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar hasil panen petani terserap maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyebut pihaknya tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat kapasitas daerah.

“Kami melibatkan BUMD dan penggilingan kecil dengan program subsidi bunga pinjaman agar permodalan lebih kuat. Program ini akan berjalan mulai 2026,” jelasnya.

Dengan capaian produksi yang solid, dukungan infrastruktur, serta kolaborasi lintas sektor, Jawa Tengah optimistis mampu memperkuat perannya sebagai penyangga pangan nasional, sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan masyarakat tetap terjaga.