Jateng Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen, Lampaui Nasional

Forum Outlook 2026, Sabtu 27 Desember 2025 (foto: Pemprov Jateng)
Forum Outlook 2026, Sabtu 27 Desember 2025 (foto: Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ditutup dengan catatan positif.

Jawa Tengah berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, sekaligus memperlihatkan arah kebijakan yang konsisten dengan visi pembangunan daerah.

Guru Besar Ekonomi Universitas Diponegoro, Prof Firmansyah, menilai capaian tersebut menunjukkan fondasi kebijakan yang tepat.

“Pertumbuhan ekonominya jelas lebih tinggi, ini bukti arah kebijakan sudah benar,” ujarnya dalam forum Outlook 2026 di Semarang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,37 persen year on year pada triwulan III 2025. Angka ini melampaui pertumbuhan nasional yang berada di level 5,04 persen, sekaligus naik dari semester pertama yang tercatat 5,13 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan juga mengalami perbaikan. Persentase penduduk miskin turun menjadi 9,48 persen pada Maret 2025, dari 9,58 persen pada September 2024.

“Penurunan ini memang kecil, tapi menunjukkan tren yang positif. Tantangannya adalah menjaga konsistensi hingga target jangka panjang,” tambah Firmansyah.

Di sektor investasi, Jawa Tengah mencatatkan realisasi Rp66,13 triliun pada triwulan III 2025. Investasi tersebut menyerap lebih dari 326 ribu tenaga kerja, menjadikan provinsi ini salah satu penyumbang terbesar serapan tenaga kerja di Pulau Jawa.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, menilai capaian pembangunan sepanjang 2025 sudah berada di jalur yang tepat.

“Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga pengendalian inflasi, semuanya menunjukkan progres yang baik,” katanya.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah kini masuk 10 besar nasional.

Ia menekankan pentingnya menyiapkan industri berkelas tinggi dengan tenaga kerja terampil agar penurunan kemiskinan tidak hanya soal jumlah pekerja, tetapi juga kualitas pekerjaan.

Dengan capaian ini, Jawa Tengah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi bukan sekadar angka statistik, melainkan strategi nyata untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.