JAVANEWS.ID – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan tiga desa sebagai pilot project implementasi Posyandu enam bidang Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Tiga desa tersebut adalah Desa Mojopuro (Sragen), Desa Manggis (Wonosobo), dan Desa Kemiri (Batang).
Peluncuran dilakukan secara luring di Sragen, sementara dua daerah lainnya mengikuti secara daring.
Nawal menegaskan, langkah ini menjadi strategi transformasi Posyandu sebagai pusat layanan dasar masyarakat yang terpadu dan inovatif.
“Alhamdulillah, hari ini ada tiga kabupaten yang kita launching sebagai pilot project. Ini sudah ada layanan enam SPM beserta dengan beberapa inovasi yang ada,” ujarnya, Selasa 23 Desember 2025.
Posyandu kini tidak hanya melayani kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum linmas), perumahan rakyat, pekerjaan umum, dan sosial.
Nawal mengakui tantangan terbesar adalah penambahan kader dan skema insentif. Namun, inovasi daerah mulai menjawab kebutuhan tersebut.
“Salah satu inovasi luar biasa datang dari Sragen, yakni kolaborasi Posyandu dengan rumah sakit daerah. Sekda juga sudah diarahkan untuk menganggarkan insentif bagi kader baru,” jelasnya.
Sejumlah program inovatif sudah berjalan di tiga Posyandu pilot project, antara lain:
- PAUD Emas beserta pojok baca
- Kebun gizi
- Bank sampah
- Pendataan rumah tak layak huni (RTLH)
- Identifikasi masalah air bersih dan sanitasi layak
Nawal berharap ketiga desa ini menjadi rujukan pembelajaran bagi seluruh Posyandu di Jawa Tengah.
“Kami mendorong seluruh Posyandu di Jawa Tengah ada 49.149, nanti bisa belajar di pilot project yang hari ini kita launching,” katanya.
Berdasarkan data, pada September 2025 Posyandu enam SPM yang terdaftar di Kemendagri baru 4.076 lembaga. Namun, hingga November 2025 jumlahnya melonjak menjadi 22.430 lembaga atau 45,6 persen dari total Posyandu di Jateng.
Nawal menargetkan pada 2026 seluruh Posyandu di Jawa Tengah sudah melayani enam bidang SPM.
“Bagi Posyandu yang belum registrasi diharapkan segera melakukannya. Tahun 2026 targetnya 100 persen,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga digelar layanan langsung bagi masyarakat, seperti cek kesehatan gratis, layanan dokter spesialis keliling, IVA Test, sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan payudara, serta layanan administrasi kependudukan dan Kartu Identitas Anak (KIA).












