JAVANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Demak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus sasaran 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui) di Aula Bina Praja.
Rakor dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, ST., MT., dengan tujuan menyinergikan pemberian makanan tambahan (PMT) reguler dengan program nasional MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Demak, dr. Ali Maimun, M.Kes., menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung percepatan penurunan stunting, pencegahan gizi buruk, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Di Kabupaten Demak, jumlah penerima manfaat program 3B tahun 2026 diperkirakan mencapai 91.803 orang per bulan, terdiri dari 82.905 balita, 4.449 ibu hamil, dan 4.449 ibu menyusui,” jelas Ali dikutip Selasa 10 Februari 2026.
Sekda Demak menegaskan bahwa Rakor MBG memiliki makna strategis dalam pembangunan SDM, khususnya bagi kelompok rentan, sebagai bagian dari upaya menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
“Dari total sasaran 3B tahun 2026 sebanyak 91.803 jiwa, masih terdapat selisih yang perlu kita optimalkan melalui penguatan sinergi lintas sektor,” tegas Akhmad Sugiharto.
Saat ini, Kabupaten Demak telah membentuk 185 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 125 unit di antaranya sudah beroperasi. Total penerima manfaat MBG mencapai 318.719 orang, meliputi siswa, guru, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sekda juga menekankan pentingnya kualitas bahan makanan untuk sasaran 3B, mengingat kelompok ini merupakan yang paling rentan dan sangat menentukan masa depan daerah.
“Keberhasilan Program 3B MBG bukanlah keberhasilan satu pihak, melainkan keberhasilan kita semua sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.
Ketua PC GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin, menambahkan bahwa jenis pohon yang ditanam difokuskan pada tanaman keras penyangga alam.












