Berita  

30 Persen Pernikahan Berakhir Cerai, Gus Yasin Dorong Kelas Calon Pengantin

Wagub Jateng Gus Yasin saat audiensi dengan BP4 membahas solusi tingginya angka perceraian pada Senin, 9 Februari 2026 (foto: (Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Gus Yasin saat audiensi dengan BP4 membahas solusi tingginya angka perceraian pada Senin, 9 Februari 2026 (foto: (Pemprov Jateng)

JAVANEWS.ID – Tingginya angka perceraian di Jawa Tengah menimbulkan kerugian sosial yang besar bagi keluarga, terutama anak-anak.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 30 persen pernikahan pada tahun 2024 berakhir dengan perceraian, angka yang dinilai sangat memprihatinkan.

Hal itu mengemuka dalam audiensi Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Jawa Tengah dengan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Senin 9 Februari 2026.

Gus Yasin menegaskan perlunya langkah preventif untuk menekan angka perceraian. Ia mengusulkan agar Pemprov Jateng memiliki program kelas calon pengantin (catin) sebagai ruang pembelajaran dan konsultasi sebelum menikah.

“Program ini sangat penting mengingat kompleksnya persoalan rumah tangga pasca pernikahan. Kelas catin diharapkan mencegah munculnya persoalan yang memicu KDRT,” ujarnya.

Ketua BP4 Jateng, Eman Sulaeman, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, tugas BP4 selaras dengan pemerintah dalam mempersiapkan keluarga sakinah.

“Tugas BP4 adalah memediasi, advokasi keluarga yang berkonflik, hingga mitigasi dampak perceraian, terutama bagi anak-anak. Angka perceraian 30 persen ini sangat tinggi, dan sisanya pun belum tentu bahagia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Jateng, Ema Rachmawati, menyebut Pemprov sudah menyiapkan sejumlah program ketahanan keluarga.

Rencana kelas calon pengantin juga akan dilaksanakan secara daring, menggunakan modul Kementerian Agama serta menghadirkan konsultan tersertifikasi Mahkamah Agung.

Dengan adanya kolaborasi Pemprov Jateng, BP4, dan DP3AKB, diharapkan angka perceraian dapat ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di Jawa Tengah.