JAVANEWS.ID – Kabupaten Sragen mencatat sejarah baru lewat Festival Sambel Tumpang Nusantara 2026 dengan memecahkan rekor dunia kategori makan sambel tumpang terbanyak.
Sebanyak 10.000 porsi kuliner khas Sragen itu dibagikan gratis kepada masyarakat dalam acara yang digelar di Halaman Kantor Terpadu Pemkab Sragen, Sabtu 15 Februari 2026.
Festival ini bukan sekadar pesta kuliner, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya Jawa sekaligus penguatan ekonomi UMKM lokal.
Ribuan warga sejak pagi memadati lokasi untuk mengikuti prosesi makan bersama yang kemudian tercatat resmi sebagai rekor dunia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, hadir dalam acara tersebut. Ia menilai festival ini memiliki makna strategis dalam membangun ketahanan keluarga.
“Keluarga dibangun dari hal-hal sederhana, seperti duduk bersama, memasak bersama, dan makan bersama. Di situlah fondasi ketahanan keluarga terbentuk,” ujarnya.
Menurut Wihaji, sambel tumpang juga memiliki prospek ekonomi besar jika dikembangkan secara berkelanjutan. Ia berharap kuliner khas Sragen ini bisa hadir dalam kemasan modern dan menjadi oleh-oleh yang dikenal luas.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, 10.000 porsi sambel tumpang hari ini mencetak rekor dunia. Ini menjadi kebanggaan bagi Sragen dan bukti bahwa sambel tumpang adalah identitas kuliner daerah yang patut kita banggakan,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat jelas, salah satunya Roffi Rengga Waryatko dari Kelurahan Singopadu, Kecamatan Sidoharjo. Ia mengaku senang bisa ikut merasakan momen bersejarah ini.
“Acaranya meriah dan terasa kebersamaannya. Semoga festival seperti ini terus digelar dan makin mengenalkan Sragen hingga tingkat nasional bahkan dunia,” ujarnya.












